MENGHITUNG FEKUNDITAS TELUR IKAN

Fekunditas merupakan salah satu aspek yang penting dalam biologi perairan dikarenakan berhubungan dinamika populasi dan produksi ikan tersebut. Secara tidak langsung fekunditas dapat menduga jumlah anak ikan yang akan dihasilkan dan dapat juga menentukan jumlah ikan dalam kelas umur tertentu. Tidak semua gonad ikan dapat dihitung diperlukannya preparat histologi yang dapat menetukan kematangan gonad yang biasanya dapat di pengaruhi oleh musim. Gonat yang dapat dihitung jika kematangan gonad sudah tinggi atau secara visual sudah terlihat butiran-butiran telur yang terpisah-pisah atau sudah terlihat adanya hidrasi. Namun penghitungan ini menggunakan sampel gonad dari ikan-ikan yang sudah mati.

 Adapun tingkat kematangan gonad:

  • Tingkat I   : belum berkembang (terdapat oogonia).
  • Tingkat II  : berkembang (pre-vitellogicoocytes).
  • Tingkat III : permulaan matang (oosit mulai berbentuk sebagian belum transparan).
  • Tingkat IV : hampir matang (terbentuk chorion).
  • Tingkat V  : matang/hidrasi (telur berwarna merah merata/hidrasi).
  • Salin           : (terdapat atresia, post vitellogenicfoliicles).

Pada tingkat V gonad dapat dihitung fekunditasnya.

          Bahan dan alat yang digunakan dalam penghitungan fekunditas adalah:

  • Gonad ikan
  • Cawan bogorov (cawan bogorov)
  • Cawan petri
  • Pipet
  • Alat hand tally counter
  • Alat tusuk
  • miskroskop

cara kerja: gonad yang dihitung haruslah gonad yang sudah memasuki stadium V/ sudah hidrasi. Lalu gonad ditimbang setelah mendapatkan hasil awetkan gonad dengan formalin 10% selama 24 jam di dalam cawan petri. setelah 24 jam pisahkan antara telur dan kulit gonad dan yang akan terlihat hanyalah butiran-butiran telur. Selanjutnya hitung lah jumlah telur dan pindah kan ke cawan bogorov  dengan menggunakan pipet setelat dimasukan ke cawan bogorov lalu di amati. Perhitungan telur dijalan kan sesuai alur yang ada dalam cawan bogorov dengan menggunakan hand tally counter.

          Penghitungan pendugaan jumlah telur berdasarkan rumus Bagenal (1978) yaitu:

F=(Wg/Ws) x N

F      : Fekunditas (jumlah telur dalam satuan gonad/ ikan)

Wg  : Bobot gonad (g)

Ws   : Bobot sub sample (g)

N      : jumlah telur dalam sub sample

 

            Kesimpulan

  • fekunditas dengan cara ini menggunakan dugaan perhitungan subsample ditengah gonad dan hanya menetukan jumlah telur ikan yang sudah mati.
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s